Musik Tradisional

            Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelandan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam teknik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya gamelan jegog, gamelan gong gede, gamelan gambang, gamelan selunding dan gamelan Semar Pegulingan. Ada pula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.

            Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda serta Joged Bumbung  yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling memengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.

Berkas:Traditional indonesian instruments04.jpg
 photo credit by : globalmusic.wordpress.com

        Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. 

Hasil gambar untuk alat musik jegog
photo credit by : gustibali.com

   JEGOG adalah kesenian karawitan (Gambelan) khas yang lahir dan berkembang di Kabupaten Jembrana. Bilah nada dalam Alat musik Jegog terbuat dari bambu utuh (bulat) yang memiliki empat nada.

Gambar terkait
photo credit by :bamboo.ichsany.com

     Kata Genggong berasal dari nama sekuntum bunga yang banyak tumbuh dalam kompleks tersebut, menurut legenda bunga itu di pergunakan oleh banyak orang sekitarnya untuk merias pengantin, khitanan (Sunatan) dan keperluan pengantin lainnya. Mengingat begitu besar arti dan fungsi dari bunga itu bagi masyarakat sekitarnya, maka diabadikannya nama bunga itu menjadi nama kompleks tersebut.

  • Share: